Ayam Mati di Lumbung Padi

2009 — 84 menit
Katanya Indonesia adalah negara kaya, dan dalam UUD 1945 kekayaan alamnya akan dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.(*)
Ayam Mati di Lumbung Padi
Sekilas tentang film

Katanya Indonesia adalah negara kaya, dan dalam UUD 1945 kekayaan alamnya akan dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Namun ternyata selama satu tahun mengikuti tiga orang subject dalam film ini yang hidup di sebuah kabupaten yang kaya akan minyak, kami menemukan begitu susah warganya mencari pekerjaan, begitu buruk pelayanan kesehatan dan masih banyak warga yang miskin. Dan tema kemiskinan tetap menjadi primadona kampanye para elit politik.(*)

Pemeringkatan Umur13+
Bahasa AsliIndonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiJawa Tengah
Rumah ProduksiButonijo Pictures
Tim ProduksiElva Laily (Penata Kamera)Elva Laily (Penata Suara)Darwin Nugraha (Penulis)
  • Amir Pohan (Co-Sutradara)
  • Adhi Momon Ardiansyah (Manajer Lokasi)
  • Elva Laily (Manajer Produksi)
  • Darwin Nugraha (Manajer Produksi)
    Edisi Festival
    • FFD 2009 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaPolitik & Kekuasaan, Alam & Lingkungan
      TopikKebijakan Pemerintah, Ketidaksetaraan Ekonomi, Pertambangan
      Mata Pelajaran RelevanAntropologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanAntropologi, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Heri Afandi
        Potret kehidupan perajin gabah di desa di Jawa Tengah dan dilema anak muda untuk melanjutkan tradisi kerajinan tersebut.
      • Yogi D. Sumule
        Menggunakan novel Max Havelaar karya Multatuli sebagai pijakan, film ini melacak warisan sastra bersejarah dan mengamati perubahan kehidupan warga di Lebak, Banten.
      • Bowo Leksono, Heru Catur Wibowo
        Dinamika komunitas pegiat film dengan pemerintah daerahnya terkait keterbatasan ruang apresiasi film.