Farewell My School

Selamat Tinggal Sekolahku

2013 — 13 menit
Lintang, penderita low vision, sebentar lagi akan lulus dari SLB tempat ia belajar selama 7 tahun. (*)
Farewell My School
Sekilas tentang film

Lintang, penderita low vision, sebentar lagi akan lulus dari SLB tempat ia belajar selama 7 tahun. Dia akan meninggalkan sahabat-sahabatnya dan juga lingkungan yang selama ini mendidiknya untuk siap menghadapi dunia luar. (*)

Pemeringkatan umurSU
SutradaraUcu Agustin
Bahasa asliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarFull HD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiD.K.I. Jakarta
Rumah produksiKalyana Shira Films, Gambar Bergerak
Kontakucuagustin@gmail.com
Tim ProduksiNia Dinata (Produser)Sesarina Puspita, Affan Diaz (Penata Kamera)Darwin Nugraha, Lucky Kuswandi, Bernardes Salvano (Penata Gambar)Dono Firman (Penata Suara)Ucu Agustin (Penulis)
  • Affan Diaz (Perekam Suara, Desainer Grafis)
  • Rizky Akbar Wicaksono (Penata Musik)
  • Kalyana Shira Films (Paska Produksi)
  • Wahyu Ismanto Dikromo (Produser Paska Produksi)
  • Lucky Kuswandi (Penerjemah)
  • Petra van Dongen (Penerjemah, Manajer Produksi)
  • Sandie M. Monteiro (Co-Produser)
    Edisi Festival
    • FFD 2021 — Lanskap | Seleksi Resmi
    • FFD 2013 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2013 — International Documentary Film Festival AmsterdamOfficial SelectionNon-Competitive Program - Kids & Docs
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaMasyarakat
      TopikAnak-anak, Disabilitas, Pendidikan
      Mata pelajaran relevanPendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya, Olahraga
      Mata kuliah relevanPendidikan, Kedokteran, Seni Musik, Keolahragaan

      Film dalam set tema yang sama

      • Ariani Djalal
        Dokumenter observasional yang mengikuti akhir masa kanak-kanak para gadis muslim di tengah pergeseran sistem pendidikan yang dipengaruhi oleh partai politik Islam.
      • Budiyanto
        Bersekolah di sekolah inklusi membuat Salma (12 tahun) menemukan kesulitan untuk beradaptasi dengan teman sekelasnya yang berkebutuhan khusus. (*)
      • Nursalliya Ansari B.
        Ketika alat musik rapa’i asli dari kulit kambing tidak boleh digunakan, Munir dan teman-temannya mencari cara lain yaitu menggunakan kaleng cat sebagai pengganti rapa'i.