Merah itu Berani

2013 — 12 menit
Empat lampu lalu lintas di sebuah kawasan universitas yang berani dilanggar oleh sebagian pengendara, sementara sebagian pengendara yang lain membutuhkan keberanian untuk menaatinya. (*)
Merah itu Berani
Sekilas tentang film

Empat lampu lalu lintas di sebuah kawasan universitas yang berani dilanggar oleh sebagian pengendara, sementara sebagian pengendara yang lain membutuhkan keberanian untuk menaatinya. (*)

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarHD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiJawa Tengah
Rumah produksiSinemain
Kontakmazdaradita@gmail.com
Tim ProduksiMazda Radita Roromari (Produser)Kautsar Restu Yuda, Mazda Radita Roromari (Penata Gambar)Mazda Radita Roromari (Penulis)
  • Kautsar Restu Yuda (Asisten Sutradara)
  • Kautsar Restu Yuda, Candraruna Taramegha, Mazda Radita Roromari (Perekam Gambar)
  • Justine Niken Afda (Penerjemah)
    Edisi Festival
    • FFD 2013 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2014 — Anti Corruption Film FestivalOfficial SelectionKategori Dokumenter Pendek
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaPolitik & Kekuasaan, Masyarakat
      TopikAnak Muda/Remaja, Kekerasan, Kebijakan Pemerintah
      Mata pelajaran relevanPendidikan Kewarganegaraan, Psikologi, Sosiologi
      Mata kuliah relevanKriminologi, Hukum, Psikologi, Pendidikan

      Film dalam set tema yang sama

      • Anggun Pradesha, Rikky M. Fajar
        Perjalanan dari Jambi ke Jakarta ternyata tidak hanya menuntaskan rindu Emak kepada anaknya, Anggun, tetapi juga merupakan proses penerimaan ibu terhadap kondisi anaknya yang tidak lagi sama.
      • Lamtiar Simorangkir
        Potret intim tentang keseharian para tahanan perempuan hamil dan tantangan yang mereka hadapi selama masa tahanan.
        Screenshot film Invisible Hopes
      • Emanuel Thome Hayon, Mikhael Yosviranto
        Bagi Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan akan lingkungan, 16 tahun setelah tsunami NTT 1992, mereka berhasil menghijaukan pesisir pantai Ndate seluas 23 ha. (*)