Tarian Kehidupan

2018 — 17 menit
Tarian Kehidupan tidak hanya tentang tari dan ekonomi, ia juga mengandaikan tari sebagai gerak, tempo, dan energi yang diperlukan seorang remaja untuk berjuang dari hari-ke-hari.
Tarian Kehidupan
Akses film ini
Sekilas tentang film

Salman adalah remaja yang berada di masa akhir SMP. Ia tinggal di daerah Kota Sabulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kampong Buluh Dori dengan ayahnya sebagai orangtua tunggal. Di umurnya yang terhitung muda, ia telah memikirkan berbagai cara mengatur diri untuk dapat melengkapi kebutuhan rumah, dirinya kini, dan dirinya di masa yang akan datang terkhusus bangku SMA. Sekolah jenjang berikut yang diinginkannya merupakan sekolah unggulan yang memerlukan serangkaian biaya pendaftaran. Dengan sekelumit keadaan itu, ia mengisi waktu hariannya dengan bekerja sebagai pendodos sawit, pekerja cuci motor-mobil (doorsmer), dan aktif dalam kelompok tari tradisional bernama Sanggar Tari Group Andelas di Aceh. Di antara kesibukan itu, kewajibannya sebagai pelajar tetap ditekuni meski terkadang waktu terlanjur larut dan badan terlalu lelah.

Pemeringkatan UmurSU
Bahasa AsliAceh, Indonesia
TakarirBahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiAceh
Rumah ProduksiAceh Documentary
Tim ProduksiMukmin (Produser)Fauzan Syam Aditya (Penata Kamera)Fauzan Syam Aditya (Penata Gambar)
  • Sayid Firyal Ramzy (Supervisi Lokasi, Project Officer)
  • Andri Saputra (Produser Lini)
  • Irza Ulya, Aried Riyadi (Spesialis Produksi)
  • Aried Riyadi (Desainer Grafis)
    Edisi Festival
    • FFD 2018 — Kompetisi | Dokumenter Pelajar Terbaik
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaMasyarakat, Seni
      TopikAnak Muda/Remaja, Pekerjaan, Tari
      Mata Pelajaran RelevanSeni Budaya, Antropologi, Pariwisata
      Mata Kuliah RelevanAntropologi, Sosiologi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Seni Pertunjukan, Kehutanan

      Film dalam set tema yang sama

      • B.W. Purba Negara, Fajar Nugroho
        Bercerita tentang kesetiaan para seniman kethoprak Balekambang Surakarta dalam mempertahankan seni tradisi di tengah arus besar pergeseran budaya yang terus berubah. (*)
      • Agni Tirta
        Band punk, Endank Soekamti, mengupas proses dapur rekaman album mereka sembari menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan pendengarnya melalui kanal media.
      • Hafiz Rancajale
        Film ini menampilkan kolaborasi antara pembuat film dengan narasumber-narasumbernya dalam bercerita tentang isu seni dan aktivisme di Indonesia.
        Screenshot film DOLO