Nokas

2016 — 75 menit
Perjuangan seorang pemuda di Kupang untuk memenuhi mahar secara adat untuk mewujudkan pernikahannya.
Nokas
Sekilas tentang film

Nokas, seorang petani di Kupang, Nusa Tenggara Timur, ingin menikahi kekasihnya, Ci, seorang perempuan yang bekerja di peternakan ayam. Pernikahan di Kupang merupakan peristiwa penting yang dirayakan dengan tradisi belis. Tradisi ini harus dipenuhi keluarga mempelai lelaki ketika ingin menikahi seorang perempuan. Seringkali, tradisi ini menyiratkan pemberian materi dengan nilai yang cukup tinggi. Tak terkecuali pada pernikahan antara Nokas dan Ci. Meskipun diskusi antara dua keluarga telah dilakukan, ada beberapa harga yang tidak dapat ditawar. Nokas, beserta keluarganya, berusaha mencari siasat untuk memenuhi tradisi belis dan biaya lainnya agar pernikahannya dapat diwujudkan.

Pemeringkatan Umur17+
Bahasa AsliLura (Timor)
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarHD
Rasio Gambar16:9
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiNusa Tenggara Timur
Rumah ProduksiKomunitas Film Kupang, Negeri Films
Tim ProduksiShalahuddin Siregar (Produser)Manuel Alberto Maia (Penata Kamera)Shalahuddin Siregar (Penata Gambar)Hadrianus Eko (Penata Suara)
  • Damar Ardi (Co-Produser)
  • Yennu Ariendra (Komposer)
  • Ananias Taklale, Atalya Taklale, Jefry Nahak, Inviolata Wr. (Penerjemah)
  • Dalih Sembiring, Mikael Johani, Suryani Liauw (Pembuat Takarir)
    Edisi Festival
    • FFD 2016 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2017 — Yamagata International Documentary Film FestivalOfficial SelectionNew Asia Currents
      • 2016 — Singapore International Film FestivalOfficial SelectionSilver Screen Awards
      • 2016 — Eurasia International Film FestivalOfficial SelectionEurasia Docs
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterObservasional
      TemaMasyarakat
      TopikKeluarga, Tradisi
      Mata Pelajaran RelevanAntropologi, Ekonomi/Akuntansi, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanAntropologi, Komunikasi, Sosiologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Diego Batara Mahameru
        Di antara kerumunan orang dan kemarahan, film ini mengajak penonton untuk menilik kembali perkara kemerdekaan berbicara, kekerasan, dan partisipasi dari pantauan sederhana: mata anak kecil.
      • Citra Melati
        Eksplorasi reaksi para ibu di Indonesia terhadap tato permanen pada tubuh putri mereka, mengungkap ketegangan budaya dan perspektif yang beragam di balik pilihan tersebut.
      • Anastasya Dyah Tyas Utami
        Marnawi, sosok penjaga tradisi lengger lanang, yang telah menyaksikan pasang surut perjalanan tari lengger.