Sepanjang film kita akan diajak untuk mengikuti perjalanan Wasis dalam upayanya membagkitkan program Jam Belajar Masyarakat yang sempat terhenti pasca-reformasi.


Kendati kunci dan sertifikat rumah sudah berada di tangan korban tsunami mereka masih tinggal di barak. Hal itu terjadi karena rumah bantuan yang sejatinya sudah menjadi milik mereka tidak bisa digunakan. Yang menyesakkan, rumah bantuan malah diisi warga lain bukan pemegang sertifikat.


