Selimut Panas

2015 — 18 menit
Isu ruang hidup korban tsunami Aceh 10 tahun pascabencana.
Selimut Panas
Akses film ini
Sekilas tentang film

Kendati kunci dan sertifikat rumah sudah berada di tangan korban tsunami mereka masih tinggal di barak. Hal itu terjadi karena rumah bantuan yang sejatinya sudah menjadi milik mereka tidak bisa digunakan. Yang menyesakkan, rumah bantuan malah diisi warga lain bukan pemegang sertifikat.

Pemeringkatan umurSU
Bahasa asliIndonesia, Aceh
TakarirBahasa Indonesia

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format tersediaDigital File
Resolusi gambarSD
Rasio16:9
Negara produksiIndonesia
Provinsi produksiAceh
Rumah produksiAceh Documentary
Kontakacehdocumentary@yahoo.com
Tim ProduksiAzhari (Produser)Zikrullah (Penata Kamera)Zikrullah (Penata Gambar)
  • Fuad Rizqi, Arziki Mahlil, Fauzi Ulpa (Produser Lini)
  • Oriza Sativa (Bendahara Produksi)
  • Rita J. S. (Asisten Bendahara)
  • Kiki Amelia, Nana Kheisya (Administrasi)
  • Amri, Suhiel, Jamaluddin Phonna, Zikrullah (Asisten Produksi)
    Edisi Festival
    • FFD 2015 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterPartisipatoris
      TemaAlam & Lingkungan, Politik & Kekuasaan
      TopikBencana, Konflik Tanah, Kebijakan Pemerintah
      Mata pelajaran relevanSosiologi, Geografi
      Mata kuliah relevanSosiologi, Geologi, Psikologi

      Film dalam set tema yang sama

      • Defi Hikmawati
        Film pelajar yang mendeksripsikan proses pembuatan, distribusi, dan pemakaian arang bathok di Cilacap melalui narasi pengusaha arang setempat.
      • Gembong Nusantara
        Bunga sedap malam menjadi saksi senyap pemakaman massal di saat pandemi COVID-19.
      • Riyan Sigit Wiranto, Miko Saleh
        Di tengah dilema tata ruang lahan yang tidak jelas, sepasang petani mencari alternatif untuk mencukupi kebutuhan sekolah anaknya.