The Floating Nurse

Suster Apung

2006 — 15 menit
Ironi dan harapan dunia kesehatan Indonesia dalam kacamata Hj. Rabiah, seorang perawat yang telah membaktikan 28 tahun hidupnya bekerja di pulau terpencil.
The Floating Nurse
Akses film ini
Sekilas tentang film

Film ini mengajak penonton untuk mengarungi perjalanan Hj. Rabiah, seorang perawat yang membaktikan hidupnya sejak 1978 untuk memberikan layanan kesehatan di kepulauan Liukang Tangaya yang berjarak kurang lebih 26 jam perjalanan laut dari Makassar. Sebuah kisah tentang kegigihan melawan arus dan menembus batas, mengajak penonton untuk melihat lebih dekat bagaimana dedikasi itu dibangun dan dirawat.

Pemeringkatan UmurSU
Bahasa AsliIndonesia
TakarirEnglish

Detail Film

WarnaWarna
SuaraStereo
Format TersediaDigital File
Resolusi GambarFull HD
Rasio Gambar4:3
Negara ProduksiIndonesia
Provinsi ProduksiSulawesi Selatan
Rumah ProduksiEagle Institute Indonesia, In-Docs
Tim ProduksiSuharja Nasrun (Penata Kamera)Herman (Penata Gambar)Wahyu Tri Purnomo (Penata Suara)
  • Sastha Sunu (Supervisi Penata Gambar)
  • Chandra Tanzril (Supervisi Produksi)
  • Andy F. Noya, Shanty C. Harmayn, Zakiah (Program Supervisor)
  • Kioen Moe, Susiawita (Project Officer)
  • Hani Tiara, Fajrian (Asisten Project Officer)
  • Ismail Fahmi Lubis (Behind the Scene)
    Edisi Festival
    • FFD 2006 — Kompetisi | Seleksi Resmi
      Rekam Jejak Festival
      • 2006 — Metro TV Eagle Awards DocumentaryOfficial SelectionKompetisi
      Foto Film

      Catatan Pengelola

      Gaya DokumenterEkspositoris
      TemaMasyarakat, Politik & Kekuasaan, Sejarah
      TopikKebijakan Pemerintah, Kesehatan Fisik, Pekerjaan, Biografi
      Mata Pelajaran RelevanAntropologi, Sosiologi
      Mata Kuliah RelevanAntropologi, Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Pemerintahan, Kedokteran

      Film dalam set tema yang sama

      • Annisa Rahmasari
        Testimoni seorang mantan tentara yang turut menjadi korban kekacauan politik 1965.
      • Wely Alfian
        Usaha tambang, bila tidak dijalani sesuai prosedur dan dengan kepekaan terhadap alam, maka akan menuai konflik horizontal serta kerusakan lingkungan.
      • Ucu Agustin
        Lintang, penderita low vision, sebentar lagi akan lulus dari SLB tempat ia belajar selama 7 tahun. (*)